Clarifier

Gambar Clarifier

Kuliah Air Tanah #68
“CLARIFIER”

Dalam meningkatkan efisiensi dalam proses sedimentasi, biasanya ditambah dengan senyawa kimia (koagulan) yang mampu mengikat flok-flok (pengotor yang terendapkan). Bahan kimia yang paling umum digunakan untuk koagulasi adalah aluminium sulfat atau besi sulfat.

Setelah koagulan dicampurkan, air dialirkan ke bak pengendapan yang dikenal sebagai clarifier. Di sini air dipertahankan cukup lama untuk memungkinkan bahan yang terflokulasi mengendap. Contact Unit, juga dikenal sebagai unit aliran ke atas, menggabungkan pencampuran, flokulasi, dan klarifikasi dalam struktur yang sama, sehingga menghemat ruang dan biasanya menurunkan biaya investasi.

BAT terus belajar 💪💪💪

Sumber;
Buku: Groundwater and Wells (1972)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Terima kasih sudah mengunjungi Website Balai Air Tanah, apabila ada saran, masukan, atau laporan segera disampaikan kepada kami. Balai Air Tanah senantiasa melaksanakan pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM dan sudah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001 : 2016